Tak Hanya Rusia, China Juga Perburuk Inflasi Dunia

Jeanny Aipassa
Ilustrasi pupuk. (Foto: Reuters)

“Tetapi seperti dalam kasus pupuk, penurunan ini datang dengan mengorbankan seluruh dunia, di mana harga di luar China tetap lebih tinggi. Kekhawatirannya adalah pelebaran irisan antara harga baja dunia dan China yang telah muncul sejak Januari 2021,” bunyi analisa PIIE.

3. Daging Babi

Harga daging babi yang tinggi secara global dimulai pada 2018 ketika China sebagai penghasil setengah dari pasokan daging babi dunia, melakukan pembatasan karena populasi ternak babi terancam wabah demam asal Afrika.

Hal itu, menyebabkan China memusnahkan 40 persen populasi babi, yang menyebabkan harga daging babi dunia naik lebih dari dua kali lipat pada akhir 2019. 

PIIE mencatat, kebijakan tersebut menyebabkan harga babi dunia melonjak 25 persen karena China mengimpor lebih banyak daging babi dan menarik pasokan dari pasar. 

Beijing juga memangkas tarif impor daging babi pada 2020, yang kemungkinan menyebabkan konsumen di tempat lain menderita harga yang lebih tinggi sebagai akibat dari penurunan pasokan. 

Namun, pihak berwenang menaikkan tarif itu lagi tahun ini karena masalah demam babi mereda. Hal itu diprediksi akan membantu mengurangi tekanan pada harga daging babi yang dihadapi konsumen di luar China. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Internasional
24 jam lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
1 hari lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Bisnis
1 hari lalu

Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Nasional
2 hari lalu

RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal