Tak Mampu Lanjutkan Sewa, Maskapai Kembalikan 1.300 Pesawat ke Lessor Tahun Ini

Michelle Natalia
Pesawat Lion Air. (Foto: Istimewa)

Adapun jumlah maskapai yang berencana mengakhiri masa sewa tidak sedikit. Awalnya kebanyakan maskapai tidak melanjutkan sewa karena sedang restrukturisasi. 

Namun kemudian kondisi memburuk hingga menyebabkan banyak maskapai mengalami kerugian bahkan bangkrut. Hal ini membuat nasib armada-armada pesawat yang dikembalikan ke lessor semakin tak jelas masa depannya

"Ketidakpastian ini mematahkan pola yang selama ini sudah terbentuk. Biasanya ketika keuangan maskapai membaik, maka lessor akan mengirimkan ulang pesawat yang sempat dikembalikan," tutur Phil Seymour.

IBA memperkirakan bahwa penurunan aktivitas penyewaan pesawat ini akan berdampak negatif pada industri Maintenance, Repair, Overhaul (MRO), atau bengkel pesawat. 

Jumlah kunjungan ke bengkel pesawat dipastikan bakal menurun. Sebelum COVID-19, jumlah kunjungan pesawat ke bengkel sempat diperkirakan akan meningkat dari 3.200 pada 2019 menjadi 4.500 kunjungan pada 2023.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Atasi Karhutla sejak Agustus

2 hari lalu

TNI Fair 2026 di Monas, Pengunjung Bisa Coba Sensasi Terbangkan Pesawat N219

14 hari lalu

Kenapa Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

15 hari lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca dari Kertajati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal