Ternyata Ini Penyebab Tesla Belum Bisa Pastikan Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Jeanny Aipassa
Pabrik Tesla di Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Pandjaitan, membeberkan penyebab Tesla Inc belum dapat memastikan investasi kendaraan listrik di Indonesia. 

Menurut dia, sejauh ini Tesla telah mencapai kesepakatan senilai sekitar 5 miliar dolar AS untuk membeli produk nikel dari perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di Morowali, Indonesia, di Pulau Sulawesi. Bahan nikel akan digunakan untuk produksi baterai lithium Tesla. 

Luhut mengungkapkan, pihakya masih bernegosiasi dengan Tesla terkait investasi kendaraan listrik. Namun negosiasu belum mendapat kepastian lantara saat ini Elon Musk sedang sibuk menghadapi gugatan Twitter. 

"Kami masih bernegosiasi (degan Tesla), tetapi Elon Musk sibuk dengan urusan domestik, mengenai Twitter," kata Menko Luhut, dalam laporan khsuus Bloomberg, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (20/8/2022).

Seperti diketahui, perusahaan media sosial Twitter dan Elon Musk saat ini saling menggugat atas upaya Musk untuk meninggalkan kesepakatannya untuk mengakuisisi Twitter seharga 44 miliar dolar AS. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
3 hari lalu

9 Fakta Pemilu AS: Rebutkan 435 Kursi DPR-35 Senat hingga Biaya Kampanye Fantastis

10 hari lalu

Belajar dari China, Kampus Didorong Lahirkan Inovasi Kendaraan Listrik

10 hari lalu

Mobil Listrik Jadi Momentum Indonesia Kejar Ketinggalan di Industri Otomotif

10 hari lalu

Moeldoko Peringatkan Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Kendaraan Listrik Asing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal