JAKARTA, iNews.id - PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi untuk bertahan menghadapi perubahan dan krisis, serta meningkatkan daya saing di industri kurir dan logistik tanah air.
Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan eksistensi Pos Indonesia yang telah memasuki usia 275 tahun, tidak terlepas dari kemampuan bertahan hidup dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
"Namun demikian, bertahan hidup saja tidaklah cukup, tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, kita ingin lebih baik dari para kompetitor, supaya Pos Indonesia menjadi pilihan utama bagi pelanggan dan masyarakat," ujar Faizal di Jakarta, Sabtu(11/9/2021).
Terkait dnegan itu, lanjutnya, Pos Indonesia mulai melakukan 7 transformasi moderen yang diterapkan mulai tahun ini. Ketujuh program transformasi tersebut adalah:
1. Business Transformation, diantaranya adalah integrasi financial platform dengan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) yaitu standarisasi pembayaran menggunakan metode QR code agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.