Tol Cibitung-Cilincing kelar tahun depan, cuma 30 menit dari Bekasi ke Tanjung Priok. Foto: Kemnterian PUPR
Iqbal Dwi Purnama

JAKARTA, inews.id - Tol Cibitung-Cilincing ditargetkan selesai pada 2023. Dengan selesainya tol ini, mobilitas barang dari kawasan industri dan logistik di Karawang dan Bekasi ke Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara diperkirakan hanya butuh 30 menit perjalanan.

Tol Cibitung-Cilincing memiliki panjang keseluruhan mencapai 34,8 kilometer (km). Seksi 1 (Cibitung–Telaga Asih) sepanjang 3,03 km sudah beroperasi 2,65 km pada Juli 2021, Seksi 2 dan 3 (Telaga Asih–Tarumajaya) sepanjang 24,5 km, dan Seksi 4 (Tarumajaya–Cilincing) dalam tahap konstruksi 96 persen.

"Jalan Tol Cibitung-Cilincing yang kita resmikan ini adalah bagian dari JORR 2 dan kita harapkan JORR 2 ini akan rampung selesai 100 persen di akhir tahun 2023,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan tol tersebut pada Selasa (20/9/2022).

Jalan tol yang merupakan bagian dari Jalan Tol JORR 2 ini, juga dapat mempersingkat waktu tempuh khususnya dari wilayah Timur Jakarta dari Cibitung menuju Utara Jakarta di Tanjung Priok dari sekitar 1 jam lebih lewat Japek dan tol dalam kota, menjadi sekitar setengah  jam. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan tol untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan. 

Pembangunan jalan tol ini dikerjakan BUJT PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways dengan kontraktor PT Waskita Karya dan konsultan supervisi PT Virama Karya SMEC Denka. Total nilai investasinya sekitar Rp12,91 triliun untuk 4 seksi. 

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, Tol Cibitung-Cilincing juga akan dilengkapi rest area yang berfungsi sebagai Logistic Hub. Dengan begitu, tidak hanya akan menciptakan konektivitas yang lebih baik, namun juga memfasilitasi kegiatan logistik yang terintegrasi di dalam satu kawasan. 

"Rest area dan Logistic Hub yang pada tahapan awal direncanakan seluas 40 hektare ini akan memiliki peran penting karena dapat memfasilitasi konsolidasi ekspor dalam rangka mendukung penurunan biaya logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Arif. 



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT