Harga Minyak Brent Bakal Tergelincir ke USD45 di 2018  

Ranto Rajagukguk
Siska Permata Sari
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

NEW YORK - Harga minyak jenis Brent diprediksi mengalami penurunan hingga 20% di 2018, seiring banjirnya pasokan minyak mentah di pasar internasional.

CEO Vitol Group Ian Tanylor memperingatkan adanya konsensus industri minyak yang memprediksi kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal semacam itu dinilai kebahagian semu yang bisa berbahaya.

"Kami semua mengharapkan ada pengetatan karena ada permintaan yang tumbuh tahun depan. Kami semua mengharapkan OPEC untuk bertahan dan kita mungkin berharap disiplin modal untuk tetap ada," kata Ian, seperti mengutip marketwatch.com, Kamis (19/10/2017).

Dia memprediksi harga minyak mentah dunia bisa tergelincir ke level USD45 per barel dari USD50 per barel. "Karena saya pikir akan ada satu gelombang (pasokan minyak) besar yang menurunkan harga," tuturnya.

Di perdagangan hari ini, Brent dibanderol USD58 per barel. Sebagai informasi, faktor utama penurunan harga minyak juga imbas keputusan Amerika Serikat (AS) yang menggenjot penjualan shale oil sejak 2014 lalu.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
30 menit lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Menguat usai MoU Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

6 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp17.877 per Dolar AS

6 hari lalu

Selat Hormuz Tak Kunjung Dibuka, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

11 hari lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Buntut Rencana Iran Perketat Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal