Untuk itu, OPEC dan produsen minyak terbesar bersepakat memangkas produksi hingga Maret 2018. Namun upaya itu tetap diadang oleh AS setelah produksi shale oil-nya memiliki pangsa pasar yang besar.
Administrasi Informasi Energi AS melaporkan, produksi minyak AS akan meningkat hingga November nanti dari 82 ribu barel per hari (bph) menjadi 6,22 juta bph.
Meski begitu tidak semua kalangan pesimistis terhadap tren harga minyak mentah dunia. Direktur Eksekutif untuk komoditas niaga Trafigura mengatakan, harga minyak mentah di pasar akan diperdagangkan mendekati USD60 per barel di tahun depan.