Harga Minyak Brent Bakal Tergelincir ke USD45 di 2018  

Ranto Rajagukguk
Siska Permata Sari
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Untuk itu, OPEC dan produsen minyak terbesar bersepakat memangkas produksi hingga Maret 2018. Namun upaya itu tetap diadang oleh AS setelah produksi shale oil-nya memiliki pangsa pasar yang besar.

Administrasi Informasi Energi AS melaporkan, produksi minyak AS akan meningkat hingga November nanti dari 82 ribu barel per hari (bph) menjadi 6,22 juta bph.

Meski begitu tidak semua kalangan pesimistis terhadap tren harga minyak mentah dunia. Direktur Eksekutif untuk komoditas niaga Trafigura mengatakan, harga minyak mentah di pasar akan diperdagangkan mendekati USD60 per barel di tahun depan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
19 jam lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Menguat usai MoU Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

6 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp17.877 per Dolar AS

7 hari lalu

Selat Hormuz Tak Kunjung Dibuka, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

11 hari lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Buntut Rencana Iran Perketat Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal