10 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

Okezone
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) mencatat 10 perusahaan di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN Asset Class. (Foto: Sindo)

Selain itu, ada tiga perusahaan tercatat di luar kategori ASEAN Asset Class berhasil meningkatkan skornya secara signifikan, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk naik 20,7 persen dengan skor 74,04, PT Vale Indonesia Tbk naik 20,68 persen dengan skor 83,36 dan PT Adaro Energy Tbk naik 19,06 persen dengan skor 65,03.

Penilaian menunjukkan, praktik tata kelola yang baik dan pengungkapan, lebih dipengaruhi sikap dari manajemen puncak perusahaan, dibanding ukuran perusahaan. Selain itu, ketersediaan peraturan yang lebih ketat juga berperan signifikan dalam penerapan praktik tata kelola yang baik.

Corporate Governance Expert (CG Expert) yang ditunjuk BEI untuk mewakili Indonesia di Forum ASEAN Corporate Governance 2019, Angela Simatupang mengatakan, peringkat ACGS Indonesia yang dinilai dua tahunan secara rata-rata menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,3 persen, dari 70,59 pada tahun 2017 menjadi 70,8 pada tahun 2019. Skor tertinggi meningkat sebesar 3,9 persen, dari 109,61 menjadi 113,84. Namun, skor terendah menurun sebesar 8,12 persen dari 40,9 menjadi 37,58.

Hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard tahun 2019 juga menunjukkan terdapat tujuh perusahaan berhasil memperoleh skor di atas 100 dibandingkan 2017 yang hanya tiga Perusahaan Tercatat. Menurut Angela, penilaian corporate governance terhadap 100 perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut sudah mewakili 84,3 persen dari total kapitalisasi pasar BEI per 31 Maret 2019 dan 15,9 persen dari jumlah perusahaan tercatat di Indonesia.

Masing-masing negara ASEAN menunjuk Domestic Ranking Bodies (DRB) dan CG Expert untuk assessment terhadap perusahaan di ASEAN berdasarkan kriteria ACGS. Lima aspek penilaian yang dimasukkan dalam scorecard adalah hak pemegang saham, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi, dan terakhir tanggung jawab dewan komisaris dan direksi. Dalam hal ini DRB yang mewakili Indonesia adalah RSM Indonesia.

Saat ini, terdapat enam negara ASEAN yang ikut dalam inisiatif ini, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Pada tahun 2019, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ADB (Asian Development Bank), dan RSM telah mengadakan berbagai sosialisasi mengenai praktik tata kelola dan pengungkapan yang diharapkan bagi Perusahaan Tercatat di Indonesia. Untuk mendukung peningkatan skor ACGS perusahaan tercatat Indonesia pada tahun mendatang, RSM didukung OJK, BEI, dan ADB telah merencanakan untuk mengadakan rangkaian sosialisasi mengenai praktik tata kelola dan pengungkapan yang baik bagi semua perusahaan di Indonesia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
18 jam lalu

OJK bakal Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Kawal Transformasi BEI

Nasional
20 jam lalu

Purbaya Beberkan Tugas Juda Agung usai Resmi Jadi Wamenkeu, Apa Saja?

Bisnis
2 hari lalu

BEI Perketat Syarat Perusahaan IPO di Bursa, Cegah Kemunculan Saham Gorengan

Nasional
2 hari lalu

OJK Targetkan Seluruh Emiten Penuhi Aturan Free Float 15 Persen di 2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal