SUPR menempati urutan selanjutnya saham termahal di Indonesia dengan harga saham Rp34.000 per lembar. Perseroan bergerak di infrastruktur telekomunikasi dengan kegiatan bisnis antara lain mengoperasikan dan menyewakan bangunan menara base transceiver station (BTS) atau menara telekomunikasi dan fasilitas telekomunikasi melalui pengaturan bisnis jangka panjang.
Harga saham DCII mencapai Rp33.550 per lembar. Perseroan merupakan penyedia pusat data dan menyediakan cloud dan layanan infrastruktur data center. DCII melantai di BEI pada 6 Januari 2021.
Saham termahal selanjutnya ditempati Metropolitan Kentjana (MKPI) dengan harga Rp32.950 per lembar. Perseroan bergerak di bidang pengembang real estate, penyawaan, dan pengelolaan pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, perumahan, dan jasa perawatan, pembersihan dan pengelolaan. Perusahaan mulai beroperasi pada tahun 1975.
Harga saham ITMG mencapai Rp30.750 per lembar. Perseroan merupakan pemasok batu bara yang terintegrasi di Indonesia sekaligus menjadi pemasok batu bara untuk pasar energi dunia.
Harga saham SCPI mencapai Rp29.000 per lembar. Namun, saham ini sedang terkena suspensi dari BEI. Perseroan bergerak di bidang pengolahan, pengemasan, dan pengembangan produk farmasi untuk konsumsi manusia dan hewan, perlengkapan mandi, kosmetik, peralatan rumah tangga dan produk terkait. Perusahaan yang beroperasi komersial pada Januari 1975 ini merupakan anggota badan usaha milik Merck & Co, Amerika Serikat (AS).