Anggota Komisi VI DPR RI Tolak Wacana Redenominasi Rupiah, Ekonomi Belum Stabil Jadi Alasan

Komaruddin Bagja
Anggota Komisi VI DPR RI Tolak Wacana Redenominasi Rupiah, Ekonomi Belum Stabil Jadi Alasan. Ilustrasi BI buka suara soal rencana redenominasi rupiah Rp1.000 jadi Rp1. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id  -  Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, kembali menyuarakan penolakannya terhadap rencana pemerintah melakukan redenominasi rupiah. Ia menilai pemangkasan nol pada mata uang sama sekali tidak memberikan solusi, tidak mendesak untuk diterapkan, dan justru berpotensi memicu kebingungan di tengah masyarakat.

“Saya tolak redenominasi. Ini kebijakan kosmetik. Cuma potong nol, tapi masalah ekonomi tetap. Untuk apa? Nggak ada gunanya!” kata Darmadi, Jumat (14/11/2025).

“Ekonomi Belum Stabil, Kok Malah Mau Potong Nol?”

Darmadi menegaskan bahwa pemerintah keliru jika tetap ingin menjalankan kebijakan ini sekarang.

“Inflasi masih labil, nilai tukar juga belum stabil. Justru kalau dipaksakan sekarang, itu bisa bikin pasar panik. Timing-nya salah total,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut tidak memberikan dampak signifikan bagi sektor ekonomi karena tidak memperkuat daya saing industri, tidak mendorong investasi, dan tidak berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
6 hari lalu

Prabowo: Kita Harus Hati-Hati, Demokrasi Bisa Dibajak dengan Uang dan Suap

6 hari lalu

Anggota DPRD DKI Bebizie Serahkan Uang Rp895 Juta ke KPK terkait Kasus Rita Widyasari

8 hari lalu

KPK Sita Uang Rp106,3 Miliar dari OTT Kasus HGB, Jadi Salah Satu Barang Bukti Terbesar

8 hari lalu

KPK Deteksi Pemberian Rp300 Juta dari Summarecon ke Kementerian ATR Sebelum OTT Kasus HGB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal