Apa Itu Bearish dan Bullish? Berikut Penjelasannya

Rina Anggraeni
Apa itu bearish dan bullish? keduanya merupakan istilah yang ada di pasar modal. (Foto: Ilustrasi/IDX Channel)

JAKARTA, iNews.id - Investor pemula umumnya ingin mengetahui apa itu bearish dan bullish. Adapun keduanya merupakan istilah yang ada di pasar modal.

Bearish adalah suatu kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren turun atau melemah. Penurunan pasar saham ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat bahkan turun dari tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran bertambah, defisit neraca perdagangan. laba perusahaan yang tumbuh negatif dan faktor lainnya. 

Sedangkan, bullish adalah suatu kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren naik atau menguat. Kenaikan pasar saham ini dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di suatu negara bahkan diseluruh dunia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. 

Sektor usaha dan bisnis berkembang. Tingkat pendapatan perkapita naik, pertumbuhan laba perusahaan yang meningkat, dan faktor lainnya.

Bearish dilambangkan dengan beruang, sementara bullish dilambangkan dengan banteng. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kenapa banteng karena banteng menanduk ke atas, sedangkan beruang mencakar kebawah sehingga akan representatif dengan kondisi perkelahian hewan. 

Jika banteng menang maka pasar akan keatas, jika beruang menang maka pasar akan turun. serta beberapa penjelasan mengenai kenapa perumpaan ini yang berbeda. Pastinya apa itu berarish dan bullish sudah menjadi istilah dalam pasar saham dan pasar lain seperti pasar komoditas dan pasar uang.

Namun, bearish di pasar saham tentu tidak diinginkan oleh para investor. Namun, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar saja terjadi. Dengan demikian, hal yang harus dilakukan bukan menghindarinya, tetapi mengambil sikap yang paling tepat.

Hal yang terjadi ketika pasar mengalami bearish adalah sentimen pasar berubah menjadi negatif. Oleh para investor, uang dipindahkan dari ekuitas ke sekuritas pendapatan tetap sambil menunggu pergerakan positif. Investor akan menahan uang dari pasar. Dampaknya, harga turun secara signifikan. Arus keluar pun meningkat. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Keuangan
18 hari lalu

Jumlah Investor Pasar Modal RI Tembus 20 Juta, Meningkat 34,8 Persen

Bisnis
26 hari lalu

OJK di HUT ke-37 AEI: Kinerja Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif di 2025

Keuangan
1 bulan lalu

MNC Sekuritas-Berdikari Manajemen Investasi Gelar Edukasi Reksa Dana di Universitas Pancasila

Bisnis
2 bulan lalu

3 Perusahaan Berpeluang Listing di Bursa pada Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal