BI Buka Pendaftaran Penerbitan Surat Berharga Komersial, Ini Syaratnya

Ade Miranti Karunia Sari
Bank Indonesia (BI) terus mendorong perusahaan non-bank menerbitkan surat berharga komersial (SBK) atau commercial paper) untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. (Foto: Ilustrasi/Ant)

"Kalau SBK diterbitkan secara berkelanjutan yield-nya sekitar 7,1 sampai 7,5 persen. Tergantung penerbitnya, “ ucapnya. Bahkan, yield ini bisa di atas 8 persen tergantung rating SBK-nya.

Nanang yakin SBK bisa menjadi instrumen alternatif bagi perbankan yang kelebihan likuiditas. SBK bisa dijual kapanpun di pasar uang. Sehingga, perusahaan yang akan menerbitkan SBK juga tidak perlu khawatir dengan potensi investor.

Selain menguntungkan investor, Nanang yakin SBK juga akan menjadi alternatif yang menarik bagi perusahaan. Pasalnya, yield SBK lebih rendah dari kredit perbankan. Saat ini, suku bunga rata-rata kredit modal kerja di kisaran 9 persen. "Jadi secara yield menguntungkan bagi investor dan penerbitnya," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
4 hari lalu

Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.587 Triliun, Ini Catatan BI

5 hari lalu

El Nino Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, BI Waspadai Kenaikan Harga Beras hingga Cabai

6 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Deposit Facility Rate Naik Jadi 5 Persen

6 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambruk ke Rp18.022 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal