"Kalau SBK diterbitkan secara berkelanjutan yield-nya sekitar 7,1 sampai 7,5 persen. Tergantung penerbitnya, “ ucapnya. Bahkan, yield ini bisa di atas 8 persen tergantung rating SBK-nya.
Nanang yakin SBK bisa menjadi instrumen alternatif bagi perbankan yang kelebihan likuiditas. SBK bisa dijual kapanpun di pasar uang. Sehingga, perusahaan yang akan menerbitkan SBK juga tidak perlu khawatir dengan potensi investor.
Selain menguntungkan investor, Nanang yakin SBK juga akan menjadi alternatif yang menarik bagi perusahaan. Pasalnya, yield SBK lebih rendah dari kredit perbankan. Saat ini, suku bunga rata-rata kredit modal kerja di kisaran 9 persen. "Jadi secara yield menguntungkan bagi investor dan penerbitnya," katanya.