Bursa Saham Asia Rontok Imbas Tarif Trump, Analis: Kerusakan Ekonomi akan Lebih Parah

Maria Christina Malau
Sebuah layar menunjukkan penurunan tajam harga saham rata-rata Nikkei di Distrik Chuo, Tokyo, Senin (7/4/2025). (Foto: AP)

Di Australia, indeks acuan ASX 200 turun hingga 6,3% pada perdagangan pagi, sementara NZX 50 Selandia Baru turun hingga 3,5%.

Pasar Asia mengikuti penurunan dua hari terburuk bagi saham Wall Street dalam lima tahun. Saham berjangka AS juga anjlok pada Minggu malam, setelah dua sesi aksi jual besar yang menghapus lebih dari 5,4 triliun dolar AS nilai pasar.

Saham AS anjlok tajam pada hari Jumat, setelah China membalas dengan keras dengan mengenakan tarif 34% untuk semua barang AS. Pembalasan China meningkatkan kekhawatiran perang dagang semakin memburuk, dipicu oleh ketegangan perdagangan yang terus berlanjut antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Dalam artikel yang diterbitkan People's Daily, media resmi Partai Komunis China pada hari ini, menekankan bahwa negara tersebut memiliki kapasitas yang kuat untuk menahan tekanan dalam menghadapi intimidasi tarif AS.

"Menghadapi pukulan tarif Amerika Serikat yang sembarangan, kami tahu persis apa yang kami hadapi dan kami memiliki banyak tindakan balasan. Setelah delapan tahun perang dagang dengan AS, kami telah banyak pengalaman dalam perjuangan ini," kata partai itu.  

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
17 jam lalu

Tak Mau Tunduk dari Tekanan, PM Kanada Balas Tarif 50% AS: Ini soal Kedaulatan

19 hari lalu

China Balas Dendam! Hukum 6 Perusahaan AS

31 hari lalu

Purbaya soal Tarif Trump 10 Persen: Bagus, tapi Persaingan Sama Saja

1 bulan lalu

Trump Berlakukan Tarif Baru 10-12,5% untuk 89 Negara, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal