Data Inflasi AS Mengkhawatirkan, Investor Mulai Tinggalkan Wall Street

Anggie Ariesta
Bursa Wall Street. (Foto: Reuters)

"Anda memiliki gambaran yang sangat sulit untuk pasar keuangan untuk beberapa bulan ke depan. Investor (harus) menerima bahwa pandangan konsensus itu salah dan inflasi masih menjadi masalah," ujar Phil Orlando.

Dia melihat kekhawatiran stagflasi, di mana periode pertumbuhan yang melambat dan inflasi tinggi sebagai pendorong tekanan pada pasar keuangan.

Secara keseluruhan, 77 persen manajer dana memperkirakan stagflasi dalam ekonomi global selama 12 bulan ke depan, level tertinggi sejak Agustus 2008, menurut survei oleh BoFA Global Research yang diambil sebelum data inflasi hari Jumat.

Laporan panas di hari Jumat (10/6/2022), yang menunjukkan harga konsumen naik 8,6 persen pada Mei 2022, mendorong beberapa bank menaikkan perkiraan tentang berapa banyak The Fed akan menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. 

Barclays memperkirakan The Fed akan memberikan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pertama mereka dalam 28 tahun terakhir, ketika mereka bertemu minggu depan. Sementara ahli strategi Goldman Sachs memperkirakan kenaikan 50 basis poin pada masing-masing dari tiga pertemuan berikutnya.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perluas Akses Investasi bagi Masyarakat, MNC Sekuritas Resmikan Kantor Cabang Bekasi Galaxy

57 tahun lalu

MNC Sekuritas Luncurkan Promo Welcome Reward, Investor Baru Bisa Dapat Special Fee!

57 tahun lalu

OJK Jamin Pasar Modal Indonesia Tak Akan Turun Kasta di MSCI

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Kembali Ditutup Melemah ke 5.643, Nilai Transaksi Tembus Rp15 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal