Data Inflasi AS Mengkhawatirkan, Investor Mulai Tinggalkan Wall Street

Anggie Ariesta
Bursa Wall Street. (Foto: Reuters)

Harga kontrak berjangka dana Fed pada hari Jumat (10/6/2022), mencerminkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin akan diberlakukan The Fed pada Juli mendatang. The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin tahun ini.

Sementara itu, beberapa investor memperkirakan pasar ekuitas yang jatuh menunjukkan The Fed mengabaikan pelemahan pasar keuangan dari jalur memerangi inflasi.

Sebuah jajak pendapat BoFA Global Research yang diambil sebelum angka CPI Jumat menunjukkan bahwa 34 persen investor obligasi global percaya bank sentral akan mengabaikan pelemahan ekuitas sepenuhnya, hanya berhenti jika pasar menjadi tidak berfungsi.

Sedangkan Pramod Atluri, manajer portofolio pendapatan tetap di Capital Group dan pejabat investasi utama di Bond Fund of America (BFA), adalah salah satu investor obligasi yang telah memutar kembali durasi, yang merupakan sensitivitas portofolio terhadap perubahan suku bunga, selama beberapa minggu terakhir.

"Saya pikir ada peluang yang masuk akal bahwa inflasi telah mencapai puncaknya pada 8,5%, dan kami akan berada pada tren penurunan yang stabil sepanjang sisa tahun ini. Dan itu belum terjadi," kata Pramod Atluri.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perluas Akses Investasi bagi Masyarakat, MNC Sekuritas Resmikan Kantor Cabang Bekasi Galaxy

57 tahun lalu

MNC Sekuritas Luncurkan Promo Welcome Reward, Investor Baru Bisa Dapat Special Fee!

57 tahun lalu

OJK Jamin Pasar Modal Indonesia Tak Akan Turun Kasta di MSCI

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Kembali Ditutup Melemah ke 5.643, Nilai Transaksi Tembus Rp15 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal