IHSG Sepekan Turun 1,57 Persen, Varian Baru Covid-19 Jadi Penyebab Utama

Aditya Pratama
IHSG selama sepekan turun 1,57 persen ke level 6.008 meninggalkan level 6.100. (Foto: Antara)

"Tapi pekan depan akan berbeda karena pertemuan di sebelum natal tampaknya mereka hampir menyepakati tentang Brexit, artinya Inggris akan keluar dengan satu kesepakatan dari Uni Eropa sehingga sentimen negatif itu berkurang," ucapnya.

Selain itu, pekan lalu indeks secara global juga dibuat cemas menanti stimulus fiskal Amerika Serikat. Sebab, setelah lolos di senat lalu ada kabar yang mengatakan bahwa Donald Trump sangat mungkin melakukan voting untuk menggagalkan paket stimulus.

Pasalnya, bantuannya hanya sebesar 600 dolar AS, sementara Trump menginginkan di angka 2.000 dolar AS. "Itu jadi sentimen yang mengkhawatirkan pasar tetapi ada statement yang menyatakan bahwa Trump tidak bisa memvoting itu apalagi masa kerja dia sisa 25 hari lagi," tuturnya.

Hans menyebut, untuk pekan depan IHSG diperkirakan mencatatkan pertumbuhan positif. Hasil uji coba vaksin Sinovac di Turki mencatatkan hasil 91,25 persen tingkat efektivitasnya.

"Cukup bagus karena seluruh vaksin yang kita (Indonesia) beli kemarin ini jadi sentimen positif bagi kita, tapi butuh waktu sampai vaksin diterima," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
1 jam lalu

Purbaya Buka Suara soal IHSG Melemah usai Pembentukan PT DSI

Keuangan
7 jam lalu

IHSG Naik ke Level 6.366 Pagi Ini, Saham Infrastruktur Menguat

Keuangan
24 jam lalu

IHSG Hari Ini Kembali Ditutup di Zona Merah, RELI-TPIA Pimpin Top Losers

Keuangan
1 hari lalu

Jelang Pidato Prabowo di Paripurna DPR, IHSG Dibuka Anjlok ke 6.352

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal