WASHINGTON, iNews.id - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan, gagal bayar atau default utang Rusia bukan hal yang mustahil, namun tidak memicu krisis keuangan global.
Dengan Rusia dan bank-bank Rusia dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya setelah invasi ke Ukraina, peringkat kredit Rusia menghadapi penurunan. Fitch Ratings menyebut gagal bayar obligasi sudah dekat sebagai akibat invasi negara itu ke Ukraina mulai 24 Februari 2022 lalu.
"Dalam hal pembayaran kewajiban utang, saya dapat mengatakan bahwa kita tidak lagi menganggap default Rusia sebagai peristiwa yang mustahil. Rusia memiliki uang untuk membayar utangnya, tetapi tidak dapat mengaksesnya," kata dia, dikutip dari Bloomberg, Senin (14/3/2022).
Mengenai apakah tekanan keuangan Rusia berisiko menyebabkan krisis keuangan dunia, dia mengatakan tidak untuk saat ini.
“Untuk saat ini, tidak. Eksposur global bank ke Rusia jelas tidak relevan secara sistemik," ujarnya.
Sementara itu, IMF pasti akan menurunkan prospek pertumbuhan Rusia tahun ini. Meski menurutnya, pertumbuhannya masih positif.
"Itu masih akan menjadi tingkat pertumbuhan yang positif," ucap Georgieva.