Dia menyatakan, pada perdagangan kemarin dolar AS menguat terhadap mata uang utama dunia. Pasalnya, data-data ekonomi AS yang dirilis kemarin lebih bagus dari perkiraan. Salah satunya, data klaim pengangguran yang turun dan di bawah ekspektasi yaitu 196.000 klaim dibandingkan 210.000.
Kemudian, data indeks harga produsen bulan Maret yang menjadi salah satu indikator inflasi dirilis lebih bagus dari ekspektasi yaitu 0,6 persen dibandingkan 0,3 persen.
Hal ini menandakan ekonomi AS masih bagus dan bisa jadi akan ada pengetatan moneter oleh The Fed ke depannya bila data-data ekonomi AS konsisten bertumbuh bagus. Jika hal ini terus terjadi maka bisa menjadi keberanian bank sentral AS tersebut untuk menaikkan suku bunga acuannya.
"Rupiah bisa tertekan terhadsp dolar AS dengan potensi kisaran di Rp14.130-14.160," ujarnya kepada iNews.id, Jumat (12/4/2019).