OJK Catat Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp102,10 Triliun hingga Mei 2023

Cahya Puteri Abdi Rabbi
OJK mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Mei 2023 mencapai Rp102,10 triliun. (foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Mei 2023 mencapai Rp102,10 triliun. Secara rinci, sebanyak 35 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan nilai emisi sebesar Rp31,68 triliun.

Kemudian, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 10 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp30,85 triliun, sebanyak tiga penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp2,50 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp37,08 triliun.

“Di pipeline masih terdapat 117 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp139,3 triliun, dengan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 63 perusahaan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Selasa (6/6/2023).

Sebagai informasi, hingga akhir 2023 OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp200 triliun. Dalam pipeline tersebut terdapat 63 perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham.

Melansir laman e-ipo, saat ini terdapat dua perusahaan yang tengah memasuki masa penawaran umum atau offering yakni, PT Maxindo Karya Anugerah Tbk dan PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk. 

Sementara itu, tiga perusahaan lainnya sedang melangsungkan masa penawaran awal atau bookbuilding yakni, PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, dan PT Graha Mitra Asia Tbk.

Sementara itu, di tengah meningkatnya volatilitas di pasar keuangan akibat sentimen negatif global, pasar saham di Mei 2023 melemah 4,08 persen secara month to date ke level 6.633,26 dibandingkan April 2023 yang menguat 1,62 persen ke level 6.915,72. Adapun, non-resident mencatatkan inflow sebesar Rp1,67 triliun month to date dibanding April 2023, di mana inflow tercatat sebesar Rp12,29 triliun. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
6 hari lalu

OJK Sebut Penempatan SAL Rp381 Triliun Tak Lagi Jadi Polemik di KSSK: Nggak Perlu Diperdebatkan Lagi

10 hari lalu

MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal

9 hari lalu

Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun

15 hari lalu

144 Pegolf dari Dunia Pasar Modal Ramaikan AEI Golf Tournament 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal