Penghimpanan dana IPO tahun ini meroket 1.022 persen, tertinggi sepanjang sejarah
Anggie Ariesta

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penghimpunan dana dari penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sepanjang tahun ini meroket lebih dari 1.000 persen dibanding tahun lalu. 

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, total penghimpunan dana IPO hingga tahun ini tercatat sebesar Rp62,61 triliun atau melesat 1.022,35 persen dibandingkan 2020. Ini merupakan nilai penggalangan dana IPO tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Adapun penghimpunan dana IPO tersebut berasal dari 54 emiten baru yang tercatat di BEI. 

"Sebanyak 54 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI, fund raised Rp62,61 triliun yang merupakan penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah BEI,” kata dia saat konferensi pers, Kamis (30/12/2021).

Sementara pada tahun lalu, perusahaan yang IPO sebanyak 51, dengan dana yang dihimpun hanya Rp5,58 triliun.  

Indonesia hingga saat ini masih menjadi Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di kawasan ASEAN selama 3 tahun berturut- turut sejak 2019. Adapun pertumbuhan tren positif dengan tambahan 54 perusahaan membawa jumlah perusahaan tercatat di BEI menjadi sebanyak 766 perusahaan tercatat. 

Pencapaian positif turut tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 meningkat 92,7 persen menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020. Jumlah ini meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

Secara khusus, pertumbuhan investor ritel pada 2021 ditopang oleh kalangan milenial (kelahiran 1981-1996) dan Gen-Z (kelahiran 1997–2012) atau rentang usia ≤ 40 tahun sebesar 88 persen dari total investor ritel baru per November 2021. 

Lonjakan pertumbuhan jumlah investor ritel turut berdampak terhadap dominasi investor ritel terhadap aktivitas perdagangan harian di BEI yang mencapai 56,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar 48,4 persen.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT