Perkuat Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19, Perusahaan Antre IPO Masuk Bursa Saham 

Dani M Dahwilani
PT Lung Victory Carpet (LVC) berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) guna mendongkrak daya saing saat pandemi Covid-19. (Foto: LCV)

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 30 perusahaan tengah mengantre masuk dalam daftar perusahaan yang akan initial public offering (IPO). BEI mencatat pada Januari 2021 baru tiga perusahaan yang melantai di bursa saham

30 perusahaan yang mengajukan IPO berasal dari berbagai sektor, yakni satu perusahaan dari sektor energi, dua perusahaan dari sektor material dasar, dua perusahaan dari sektor industri, tiga perusahaan sektor consumer non-cyclicals, tujuh perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dan satu perusahaan sektor keuangan.  

Kemudian, sebanyak dua perusahaan dari sektor properti dan real estate, tiga perusahaan dari sektor teknologi, satu perusahaan dari sektor infrastruktur, satu perusahaan dari sektor transportasi/logistik, dan tujuh perusahaan masih dalam proses pengelompokan berdasarkan sektor baru, yakni IDX Industrial Classification. 

Salah satu perusahaan yang akan masuk bursa adalah PT Lung Victory Carpet (LVC). Mereka berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) guna mendongkrak daya saing di tengah ketatnya persaingan bisnis. Di sisi lain, produsen karpet terintegrasi yang berdiri sejak 1994 ini melihat bisnis di Indonesia masih sangat potensial.  

“Betul, kami berencana masuk ke pasar modal. Kami melihat manfaat menjadi perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia cukup besar,” ujar Presiden Direktur PT Lung Victory Carpet, Anton Sasmita, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/2/2021).  

Dia mengatakan, selain memperoleh dana segar, pihaknya merasa, saat menjadi perusahaan terbuka daya saing Lung Victory Carpet akan lebih kuat di tengah persaingan yang sangat ketat. “Sehingga kami memiliki power lebih,” katanya.  

Anton menambahkan, dana segar yang diraih dari pasar modal akan dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas pabrik perseroan. Dia memandang pandemi Covid-19 merupakan situasi tepat berbenah diri, termasuk meningkatkan good corporate governance (GCG) perusahaan.  

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
27 hari lalu

Langgar Aturan Pasar Modal, 2 Emiten Disanksi OJK

Bisnis
31 hari lalu

BEI Perketat Syarat Perusahaan IPO di Bursa, Cegah Kemunculan Saham Gorengan

Nasional
1 bulan lalu

Bareskrim Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Manipulasi Saham Multi Makmur Lemindo

Nasional
1 bulan lalu

OJK Ungkap Aturan Free Float 15 Persen Bisa Tekan Jumlah IPO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal