Transformasi digital BRI juga terus berkembang melalui fitur QRIS Tap di BRImo. Direktur Information Technology BRI Saladin D. Effendi mengatakan fitur tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan transaksi cepat dan praktis.
“Dengan QRIS Tap, pengguna transportasi publik tidak perlu lagi membawa kartu fisik. Cukup menggunakan super apps BRImo yang telah mendukung fitur QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.
Kinerja digital BRI juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Triwulan I 2026. Berdasarkan unggahan Instagram BRI pada 17 Mei 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Jumlah pengguna BRImo kini mencapai 47,8 juta user dengan pertumbuhan 18,6 persen year on year. Nilai transaksi BRImo juga melonjak hingga Rp2.042,2 triliun atau naik 29,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sektor merchant, BRI memiliki 323,7 ribu merchant pengguna layanan digital dengan volume transaksi mencapai Rp67,9 triliun. Sementara layanan QRIS BRI mencatat volume transaksi Rp30,5 triliun atau tumbuh 76 persen secara tahunan.
Lonjakan tersebut memperlihatkan QRIS BRI semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga gerobak bubur ayam di pinggir jalan.