Rupiah Sepekan Melemah 0,26 Persen, Ini Penyebabnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah pada sepekan perdagangan atau periode 9-13 September 2024 bergerak cenderung melemah terhadap mata uang dolar AS. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

Adapun Ibrahim melihat ekonomi Indonesia tengah berada di persimpangan jalan yang penuh tantangan. Serangkaian data terbaru menunjukkan sinyal-sinyal pelemahan yang semakin mengkhawatirkan.

Deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut, penurunan Purchasing Managers Index (PMI) di bawah ambang batas ekspansi, dan peningkatan angka pengangguran menjadi bukti melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebab itu, Indonesia juga membutuhkan stimulus. Jika The Fed menurunkan suku bunga, maka akan mendorong Bank Indonesia untuk memotong BI Rate juga. 

Dengan demikian berdampak ke mata uang rupiah kembali menguat, inflasi terkendali, perekonomian kembali tumbuh itu dibarengi dengan lowongan kerja yang terus meningkat.

Pada pekan depan, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah masih bergerak fluktuatif namun akan ditutup menguat di rentang Rp15.350-Rp15.420.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Makro
12 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
13 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Keuangan
14 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
14 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal