Rupiah Sepekan Melemah 0,60 Persen ke Rp15.577 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Anggie Ariesta
Mayoritas mata uang Asia berguguran, rupiah tembus Rp15.008 per dolar AS. (Foto: dok iNews)

Adapun pelemahan rupiah juga berasal dari efek perang Timur Tengah yang memanas sempat membuat harga minyak mendidih lebih dari 10 persen hanya dalam sepekan. Hal ini membuat pasar khawatir akan impor BBM lebih banyak yang bisa membuat rupiah tertekan.

Namun, pemerintah Indonesia masih mencatat cadangan devisa yang cukup pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat pada akhir September 2024 tetap tinggi sebesar 149,9 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2024 sebesar 150,2 miliar dolar AS.

BI melaporkan, rupiah di awal perdagangan Jumat (11/10/2024) dibuka pada level Rp15.640 per dolar AS, menguat daripada penutupan perdagangan Kamis (10/10/2024) yang sebesar Rp15.660 per dolar AS. Indeks dolar AS meningkat ke level 102,99 di akhir perdagangan Kamis (10/10/2024).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambruk ke Rp18.022 per Dolar AS

2 hari lalu

Pengumuman Suku Bunga BI bakal Lebih Cepat Hari Ini, Ada Apa?

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 54 Poin ke Rp17.992 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

3 hari lalu

Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah, Perang Saudi-Houthi Bakal Meluas Cepat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal