Rupiah Sepekan Menguat 1,13 Persen, Ini Pendorongnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah pada sepekan perdagangan menguat 1,13 persen terhadap mata uang dolar Amerika Serikat AS. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menuturkan, penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh keluarnya aliran modal asing (outflow) dari pasar saham sekitar 1,1 miliar dolar AS.

"Langkah-langkah stabilisasi diperlukan oleh BI sehingga mempengaruhi juga kinerja ataupun level dari cadangan devisa di bulan Februari. Namun kalau kita lihat secara umum posisi cadangan devisa kita kan masih relatif tinggi ya," kata Josua.

Sedangkan, Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menilai penguatan rupiah dipengaruhi dolar AS yang 'terpukul' akibat peningkatan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS.

"Dolar terpukul oleh meningkatnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS, dengan ketidakpastian atas dampak kebijakan Trump, setelah Presiden AS Donald Trump membuat konsesi untuk Kanada dan Meksiko dari tarif 25 persen yang baru-baru ini dikenakannya," ucap Ibrahim.

Presiden Federal Reserve (The Fed) Atlanta Raphael Bostic disebut menyampaikan bahwa kebijakan Trump mengaburkan prospek ekonomi AS. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah karena mencari kejelasan lebih lanjut tentang gambaran ekonomi ke depan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS

2 hari lalu

Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.587 Triliun, Ini Catatan BI

3 hari lalu

El Nino Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, BI Waspadai Kenaikan Harga Beras hingga Cabai

4 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Deposit Facility Rate Naik Jadi 5 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal