Rupiah Sore Menguat 1,57 Persen ke Rp15.630 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk
Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

"Bank Indonesia menyepakati kerja sama repurchase agreement (repo) line dengan bank sentral AS The Fed. Bank Sentral AS nantinya akan menyiapkan stok dolar hingga 60 miliar dolar AS jika BI membutuhkan," ujar Ibrahim.

Bank Indonesia yang akan mengumumkan suku bunga pada Selasa (14/4/2020) besok juga bisa menjadi penggerak pasar keuangan dalam negeri. Rupiah bergerak lebih stabil belakangan ini, bahkan menguat tajam pada pekan lalu.

"Hal tersebut tentunya membuka peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga, dan bisa disambut positif oleh pelaku pasar," kata Ibrahim.

Dari eksternal, pasar sepertinya masih akan merespons detil stimulus yang diumumkan The Fed pada akhir pekan lalu. The Fed mengumumkan salah satu stimulusnya berupa pinjaman lunak ke dunia usaha senilai 2,3 triliun dolar AS.

Program tersebut diberikan kepada perusahaan dengan jumlah tenaga kerja hingga 10.000 orang dan pendapatan kurang dari 2,5 miliar dolar AS pada 2019 lalu. Pembayaran pokok dan bunga pinjaman tersebut akan ditangguhkan selama satu tahun.

Selain The Fed, Uni Eropa juga mengucurkan stimulus senilai 500 miliar Euro guna membantu perekonomian negara-negara anggota Zona Eropa yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 hari lalu

Hashim Beri Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

2 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

2 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.184 per dolar AS

2 hari lalu

Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp18.171 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal