Utang BUMN Rp5.271 T, Pemerintah Dorong Diversifikasi Pendanaan

Rully Ramli
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menembus Rp5.271 triliun hingga September 2018. Pemerintah mendorong BUMN untuk melakukan diversifikasi pendanaan demi mengurangi risiko.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, pemerintah selalu memantau kondisi keuangan BUMN, termasuk aksi-aksi korporasi yang mencari pendanaan.

"Bentuk nyata monitoring di antaranya adalah dengan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) setiap perusahaan," kata Aloy di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Dia mengatakan, pemerintah terus mendorong BUMN melakukan inovasi dalam mencari pendanaan. Jika banyak BUMN sebelumnya yang mengandalkan utang perbankan, maka didorong dari utang selain perbankan.

"Selain itu, juga yang sifatnya quasi ekuitas, sehingga selain mendapatkan dana segar sekaligus dapat memperkuat struktur permodalan dan neraca BUMN," kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
2 hari lalu

Danantara Siapkan Beberapa Opsi Pembentukan BUMN Tekstil, Buka Peluang Kerja Sama

Nasional
2 hari lalu

Penjelasan Bos Danantara soal Rencana Pemerintah Bentuk BUMN Tekstil

Nasional
3 hari lalu

Prabowo Mau Bentuk BUMN Tekstil, Danantara Siapkan Modal Rp100 Triliun

Nasional
5 hari lalu

Prabowo Tegur Direksi BUMN: Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal