Utang BUMN Rp5.271 T, Pemerintah Dorong Diversifikasi Pendanaan

Rully Ramli
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Menurut Aloy, sejumlah BUMN, terutama yang sudah go public gencar mencari pendanaan lewat penerbitan surat utang di pasar modal.

"Berbagai alternatif pendanaan telah dilakukan BUMN seperti Komodo Bond, Sekuritisasi Aset, Project Bond, Perpetual Bond, hingga Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). Ke depannya masih akan dikembangkan berbagai inovasi-inovasi pendanaan lainnya seperti KIK DINFRA dan masih banyak lainnya," kata Aloy.

Selain diawasi pemerintah, kata dia, lembaga rating, baik domestik maupun internasional, juga ikut memastikan bahwa kapasitas BUMN dalam mengembalikan utang bisa terpenuhi. BUMN juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia saat berencana mengajukan pinjaman.

Menurut dia, kenaikan utang akan menaikkan aset. Saat ini, aset BUMN mencapai Rp7.708 triliun, naik Rp508 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebelumnya Rp7.200 triliun.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
1 hari lalu

Danantara Merger 23 BUMN Kawasan Industri, bakal Jadi Terbesar di Asia Tenggara

2 hari lalu

Danantara Beri Bocoran Daftar BUMN yang Siap IPO di Bursa, Apa Saja?

3 hari lalu

Prabowo Puji Kinerja PT Timah, Dulu Rugi Kini Laba Naik 900 Persen dalam Setahun

4 hari lalu

Prabowo Minta Optimalkan Aset BUMN, Pemerintah Buka Ruang Kolaborasi dengan Swasta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal