Utang BUMN Rp5.271 T, Pemerintah Dorong Diversifikasi Pendanaan

Rully Ramli
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Menurut Aloy, sejumlah BUMN, terutama yang sudah go public gencar mencari pendanaan lewat penerbitan surat utang di pasar modal.

"Berbagai alternatif pendanaan telah dilakukan BUMN seperti Komodo Bond, Sekuritisasi Aset, Project Bond, Perpetual Bond, hingga Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). Ke depannya masih akan dikembangkan berbagai inovasi-inovasi pendanaan lainnya seperti KIK DINFRA dan masih banyak lainnya," kata Aloy.

Selain diawasi pemerintah, kata dia, lembaga rating, baik domestik maupun internasional, juga ikut memastikan bahwa kapasitas BUMN dalam mengembalikan utang bisa terpenuhi. BUMN juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia saat berencana mengajukan pinjaman.

Menurut dia, kenaikan utang akan menaikkan aset. Saat ini, aset BUMN mencapai Rp7.708 triliun, naik Rp508 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebelumnya Rp7.200 triliun.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Respons Qodari soal Heboh Pengangkatan Sejumlah Tokoh Jadi Komisaris BUMN

57 tahun lalu

Pemerintah Pangkas 240 BUMN, Tekan Biaya Operasional hingga Tingkatkan Produktivitas

57 tahun lalu

Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan di PT Pos Indonesia usai Dirut Mundur

57 tahun lalu

Danantara Tuntaskan Laporan Keuangan BUMN, Sejumlah Perusahaan Tak Rugi Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal