Wall Street Ditutup Turun Dipicu Kekhawatiran Investor Terkait Kebijakan The Fed  

Anggie Ariesta
Wall Street ditutup turun tajam pada Kamis waktu setempat di tengah kekhawatiran investor terkait perjuangan agresif The Fed melawan inflasi. (Foto: Istimewa)

NEW YORK, iNews.id - Wall Street ditutup turun tajam pada perdagangan Kamis (29/9/2022) waktu setempat. Pelemahan ini di tengah kekhawatiran investor terkait perjuangan agresif Federal Reserve melawan inflasi dapat melumpuhkan ekonomi AS, dan kekalahan di mata uang global dan pasar utang.

Mengutip Reuters, S&P 500 turun 2,11 persen untuk mengakhiri sesi pada 3.640,47 poin. Nasdaq turun 2,84 persen menjadi 10.737,51 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 1,54 persen menjadi 29.225,61 poin.

Saham sektor teknologi Apple Inc dan Nvidia Corp merosot lebih dari 4 persen, dimana Nasdaq merosot mendekati level terendah 2022 pada pertengahan Juni.

Indeks S&P 500 menyentuh posisi terendah yang terakhir terlihat pada November 2020. Turun lebih dari 8 persen pada September, sekaligus berada di jalur untuk September terburuk sejak 2008.

Aksi jual Treasuries AS berlanjut karena pejabat Fed tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral AS akan memoderasi atau mengubah rencananya untuk secara agresif menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang tinggi.

Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester mengatakan, pihaknya tidak melihat tekanan di pasar keuangan AS yang akan mengubah kampanye bank sentral untuk menurunkan inflasi melalui kenaikan suku bunga yang telah membawa suku bunga dana Fed ke kisaran 3,0 persen hingga 3,25 persen.

Data menunjukkan, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah lima bulan pekan lalu karena pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun Fed menaikkan suku bunga agresif.

"Kabar baik adalah berita buruk karena angka pekerjaan hari ini kembali menegaskan bahwa perjalanan The Fed masih panjang," ucap Kepala Manajemen Aset Ladenburg Thalmann, Phil Blancato dikutip, Jumat (30/9/2022).

"Ketakutan di pasar adalah bahwa Fed akan mendorong kita ke dalam resesi yang sangat dalam, yang akan menyebabkan resesi pendapatan, itulah sebabnya pasar menjual," sambungnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Purbaya Ungkap Belum Ada Rencana Naikkan Harga BBM Subsidi usai Minyak Dunia Melonjak

Bisnis
4 hari lalu

Ciptadana Asset Management dan JPFA Meriahkan Acara MNC Sekuritas Corporate Forum 2026

Nasional
8 hari lalu

Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

Nasional
8 hari lalu

Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal