Wall Street Ditutup Variatif Setelah The Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Berlanjut

Jeanny Aipassa
Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (28/6/2023), lagi-lagi karena kekhawatiran terkait suku bunga The Fed. Foto: Reuters

Powell dalam forum Bank Sentral Eropa pada Rabu (28/6/2023), menyampaikan The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi AS yang masih tinggi hingga akhir tahun 2023 bahkan tahun depan. 

Dengan inflasi yang masih tinggi, CEO Phil Blancato dari Ladenburg Asset Management, mengatakan Powell tidak salah mempertahankan kebijakan suku bunga yang tetap ketat. "Pasar lebih dari senang untuk beristirahat di sini," ujarnya. 

Sementara Fedwatch CMEGroup menilai investor sekarang melihat peluang 79,4 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke kisaran 5,25-5,50 persen pada akhir Juli dan memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir tahun 2023. 

Investor menunggu rilis indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), pengukur inflasi yang disukai Fed, data klaim pengangguran awal dan pembacaan akhir PDB kuartal pertama akhir pekan ini untuk menilai keadaan ekonomi AS.

Pada perdagangan di Wall Street, Rabu (28/6/2023),  sebanyak 9,89 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata 11,57 miliar untuk 20 sesi terakhir.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
24 jam lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 4.919, BOBA-MKNT Pimpin Top Gainers

2 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 3,78 Persen, Keluar dari Level 5.000

2 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

2 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke Level 5.126, 315 Saham Bertengger di Zona Hijau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal