Yuan Digital Bisa Jadi Ancaman Terbesar Dolar AS

Aditya Pratama
Yuan digital bisa menjadi ancaman terbesar dolar AS. Foto; Reuters

WASHINGTON, iNews.id - China mengalahkan Amerika Serikat dalam inovasi uang digital. Hal ini menjadi tantangan terhadap status dolar Amerika Serikat (AS) sebagai cadangan moneter de facto. 

Hampir 80 negara, termasuk China dan AS dalam proses mengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital bank sentral. Ini adalah bentuk mata uang yang diatur, namun sepenuhnya merupakan uang digital. 

China telah meluncurkan yuan digital kepada lebih dari 1 juta warganya. Sementara AS masih fokus melakukan penelitian. Adapun dua kelompok yang ditugaskan melakukan penelitian uang digital di AS, yakni MIT's Digital Currency Initiative dan Federal Reserve Bank of Boston. 

Mereka sedang meneliti seperti apa mata uang digital yang cocok untuk warga Amerika. Privasi adalah perhatian utama, sehingga para peneliti dan analisis sedang mengamati peluncuran yuan digital China. 

"Saya pikir jika ada dolar digital, privasi akan menjadi bagian yang sangat, sangat penting dari itu. Amerika Serikat sangat berbeda dari China," kata Direktur Direktur Digital Currency Initiative di MIT Media Lab, Neha Narula seperti dikutip dari CNBC, Minggu (25/7/2021). 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Iran Kecam Voting Dewan Keamanan PBB soal Selat Hormuz: Tindakan Provokatif!

Internasional
8 jam lalu

Lagi, Jet Tempur Canggih F-35 AS Dibikin Keok Rudal Iran

Nasional
9 jam lalu

Galang Dukungan, Dubes Iran: Umat Islam Wajib Bersatu Hadapi AS dan Israel

Internasional
10 jam lalu

Beda dengan Trump, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Rudal dan Drone untuk Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal