10 Hari Kuasai Afghanistan, Taliban Justru Menghadapi Krisis Ekonomi dan Kekuasaan

Jeanny Aipassa
Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen (tengah). (Foto: Anadolu)

Menurut dia, jika krisis ekonomi dan kekuasaan tak dapat diatasi, Taliban akan membawa Afghanistan pada krisis kemanusiaan, seperti yang terjadi di Suriah dan Yaman. 

Sebelum dikuasai Taliban, ekonomi Afghanistan sebenarnya dalam kondisi yang rapuh, karena sangat bergantung pada bantuan asing. Suatu negara dianggap bergantung pada bantuan ketika 10 persen atau lebih dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) berasal dari bantuan asing. 

"Dalam kasus Afghanistan, sekitar 40 persen dari PDB berasal dari bantuan internasional," bunyi laporan Bank Dunia, seperti dikutip BBC. 

Berikut rangkuman BBC terkait kondisi ekonomi Afghanistan setelah dikuasai Taliban dalam 10 hari terakhir, tepatnya pada 15 Agustus 2021: 

1. Sistem perbankan internal Afghanistan lansung mengalami keruntuhan karena bank-bank tutup. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Internasional
17 hari lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

All Sport
18 hari lalu

Indonesia–Afghanistan Jajaki Kerja Sama Futsal, FFI Buka Peluang hingga Olimpiade

Internasional
2 bulan lalu

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Internasional
3 bulan lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal