4 Negara Ini Dinilai Jadi Sasaran Perang Ekonomi AS

Rahmat Fiansyah
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (tengah) dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kanan) di sela-sela makan malam bersama dalam pertemuan NATO di Brussel, Belgia, 10 Juli 2018. (Foto: AFP/Benoit Dopagne)

Pastor Andrew Branson dituding terlibat dalam gerakan kudeta terhadap Erdogan pada 2016 lalu. Trump langsung bereaksi dengan menggandakan tarif impor untuk baja dan aluminium khusus untuk Turki setelah masalah tersebut dinilai tak kunjung kelar meski Branson sudah dikenakan tahanan rumah. Akibatnya, lira anjlok hingga 18 persen pada akhir pekan lalu.

Erdogan membantah negaranya masuk jurang krisis karena fundamental ekonomi Turki masih kuat. Salah satunya pertumbuhan ekonomi negara itu yang mencapai 7,42 persen pada tahun lalu, tertinggi di dunia.

2. Iran

Kesepakatan nuklir yang dibuat antara Iran dan AS saat di bawah kepemimpinan Barrack Obama saat ini tidak jelas saat Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut. AS menuduh Iran diam-diam masih memproduksi senjata nuklir sehingga sanksi ekonomi diberlakukan. Salah satunya melarang negara-negara dunia membeli minyak dari Iran.

Mata uang Iran, Rial pun jatuh akibat kebijakan AS tersebut. Sejumlah perusahaan asing memutuskan menghentikan bisnisnya di Iran dan keluar dari negara tersebut. Banyak masyarakat Iran yang khawatir negaranya krisis usai AS menarik diri dari kesepakatan yang dibuat pada 2015 itu.

Trump menyebut AS siap bernegosiasi dengan Iran. Namun, hal itu direspons dingin oleh Iran. Presiden Iran, Hassan Rouhani tak percaya dengan niat Trump karena membuka negosiasi sekaligus menerapkan sanksi.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Internasional
16 jam lalu

Zohran Mamdani Gunakan Alquran Milik Kakek untuk Pelantikan Wali Kota New York

Internasional
1 hari lalu

Dilantik Pakai Alquran di Stasiun Tua, Zohran Mamdani Resmi Jabat Wali Kota New York

Internasional
1 hari lalu

Netanyahu dan Trump Dilaporkan Bahas Kemungkinan Serangan Jilid 2 ke Iran

Internasional
2 hari lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal