Ini merupakan surplus pertama pada tahun 2025, setelah terjadi defisit pada 3 bulan awal tahun. Hal tersebut terjadi karena tren APBN biasanya surplus di awal tahun, kemudian bergeser menjadi defisit saat belanja mulai dipercepat.
Namun pada tahun 2025, terjadi perlambatan penerimaan pajak di awal tahun, sehingga pola tersebut bergeser. Di tengah defisit secara keseluruhan, keseimbangan primer pada Mei 2025 masih tercatat surplus Rp192,1 triliun.
Sebagai perbandingan, pada Mei 2024, surplus primer mencapai Rp184,2 triliun. Sementara pada April 2025, surplus primer tercatat Rp173,9 triliun.
Pemerintah juga menetapkan proyeksi defisit APBN 2025 secara keseluruhan mencapai Rp616,2 triliun. Angka ini setara 2,53 persen dari total PDB Indonesia pada tahun berjalan.