Bangkit, Kurs Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.580 per Dolar AS

Antara
Rully Ramli
ilustrasi. (Foto: Ant)

Dalam lelang SUN kemarin, kata Mikail, pemerintah menyerap Rp15 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp41,62 triliun.

Apresiasi rupiah, lanjut dia, juga terbantu oleh sentimen eksternal mengenai kemungkinan terjadinya kompromi antara Italia dan Komisi Uni Eropa untuk memutuskan besaran defisit belanja negara Italia tahun depan.

"Situasi itu membuat mata uang euro dan pound sterling menguat terhadap dolar AS, dan berdampak positif pada sejumlah mata uang di kawasan Asia," ujarnya.

Sementara itu, Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pergerakan rupiah relatif masih terbatas menyusul masih adanya sentimen perang dagang AS dan China serta antisipasi gagalnya titik temu kesepakatan dagang dalam pertemuan G-20.

"Situasi itu masih akan berdampak positif terhadap dolar AS ke depannya," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Tags:
Artikel Terkait
4 hari lalu

KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, Soroti Tekanan Rupiah dan Isu MSCI

4 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

8 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

10 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal