Bank Indonesia Sudah Beli SBN hingga Rp200,25 Triliun

Suparjo Ramalan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) membeli Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp200,25 triliun sejak awal tahun hingga saat ini. SBN tersebut dibeli di pasar perdana dan pasar sekunder.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sebelum terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020, BI membeli Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jangka pendek di bawah satu tahun sebesar Rp10,7 triliun di pasar perdana. Pembelian tersebut diperbolehkan karena SBSN tersebut langka dan dibutuhkan untuk mengendalikan keuangan syariah.

“Kenapa boleh? Karena langka dan BI perlu instrumen moneter untuk mengendalikan keuangan syariah," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/5/2020).

Selanjutnya setelah diterbitkannya UU Nomor 2 Tahun 2020, BI memborong SBN di pasar perdana sebesar Rp23,98 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari pembelian ditahan non-competitive bidder dan green shoe option (GSO) sebesar Rp 20,31 triliun dan lewat private placement sebesar Rp 3,68 triliun.

Kemudian, BI juga membeli SBN di pasar sekunder sebesar Rp166,20 triliun. Hal ini dalam rangka stabilisasi pasar di tengah ketidakpastian akibat Covid-19.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
19 jam lalu

Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, BI Gencar Intervensi Jaga Stabilitas

9 hari lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,3 Miliar Dolar AS di September 2026, Ini Faktor Pendorongnya

15 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

16 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal