Bank Sentral China Tahan Suku Bunga di 2,5 Persen

Aditya Pratama
Bank sentral China mempertahankan suku bunga pinjaman di angka 2,5 persen pada hari Minggu (18/2/2024). (Foto: Reuters)

Dengan pinjaman MLF senilai 499 miliar yuan yang akan berakhir bulan ini, operasi tersebut menghasilkan suntikan dana segar bersih sebesar 1 miliar yuan ke dalam sistem perbankan.

PBOC mengatakan dalam laporan implementasi kebijakan moneter terbarunya bahwa mereka akan menjaga kebijakan tetap fleksibel untuk meningkatkan permintaan domestik sekaligus menjaga stabilitas harga.

Sebagian besar pinjaman baru dan terutang di China didasarkan pada LPR satu tahun, sedangkan suku bunga lima tahun mempengaruhi harga hipotek. Penetapan bulanan LPR akan jatuh tempo pada 20 Februari.

Situasi ekonomi China tengah lesu imbas krisis properti, kepercayaan yang lemah, dan tekanan deflasi. Bank sentral menunjukkan keengganannya untuk mengimplementasikan pelonggaran kebijakan secara agresif, menyoroti ketidaksesuaian mereka dengan harapan investor terhadap stimulus besar-besaran. Dampak dari ketidaksesuaian tersebut sebagian besar menyebabkan aksi jual di pasar saham negara tersebut.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
23 jam lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS

Nasional
2 hari lalu

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS usai Prabowo Paparkan KEM-PPKF 2027

Nasional
2 hari lalu

BI Batasi Pembelian Valas Tunai Mulai Juni 2026, Dukung Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Nasional
2 hari lalu

Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal