Bank Sentral China Tahan Suku Bunga di 2,5 Persen

Aditya Pratama
Bank sentral China mempertahankan suku bunga pinjaman di angka 2,5 persen pada hari Minggu (18/2/2024). (Foto: Reuters)

PBOC mengatakan dalam laporan implementasi kebijakan moneter terbarunya bahwa mereka akan menjaga kebijakan tetap fleksibel untuk meningkatkan permintaan domestik sekaligus menjaga stabilitas harga.

Sebagian besar pinjaman baru dan terutang di China didasarkan pada LPR satu tahun, sedangkan suku bunga lima tahun mempengaruhi harga hipotek. Penetapan bulanan LPR akan jatuh tempo pada 20 Februari.

Situasi ekonomi China tengah lesu imbas krisis properti, kepercayaan yang lemah, dan tekanan deflasi. Bank sentral menunjukkan keengganannya untuk mengimplementasikan pelonggaran kebijakan secara agresif, menyoroti ketidaksesuaian mereka dengan harapan investor terhadap stimulus besar-besaran. Dampak dari ketidaksesuaian tersebut sebagian besar menyebabkan aksi jual di pasar saham negara tersebut.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
13 jam lalu

Penampakan Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta hingga Amplop Hasil OTT Bupati Klaten

12 hari lalu

IHSG Anjlok 6,96 Persen Sepanjang September 2026, Investor Asing Jual Saham Rp10,24 Triliun

19 hari lalu

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif dalam Sepekan, Pembelian Bank Sentral China Jadi Sorotan

24 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen selama 3 Bulan Berturut-turut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal