Bappenas Sebut BUMN Tak Kuat Jadi Bantalan untuk Tahan Resesi

Suparjo Ramalan
BUMN dinilai memiliki peran besar untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto: Ist)

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, BUMN tengah tertekan masalah finansial. Dengan begitu, BUMN tak cukup kuat sebagai sandaran negara dalam menghadapi resesi nanti. 

Karena itu, dukungan pemerintah menjadi langkah alternatif untuk menyehatkan BUMN di mana skema keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negarra (APBN) dipakai untuk bentuk menyubsidi sejumlah perusahaan pelat merah. 

"Kemudian pernyataan modal negara. Selanjutnya penempatan dana, investasi pemerintah atau dalam bentuk penjaminan pemerintah, semuanya masuk ke mana, ke BUMN kalau kita liat dalam program PEN yang ada di Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2020, sekitar Rp53 triliun untuk korporasi semuanya diserap oleh BUMN," kata dia

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
2 hari lalu

Prabowo Panggil Rosan hingga Bahlil ke Hambalang, Bahas Hilirisasi-Penataan BUMN

7 hari lalu

Prabowo Ungkap Rencana Kembali Pangkas BUMN di Akhir 2026: Kita Hemat Rp100 Triliun

7 hari lalu

Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Kuartal II 2026, Tumbuh 17,5 Persen

13 hari lalu

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Tanda Kehormatan, Prestasinya Membanggakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal