BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6,25 Persen, Ini Alasannya

Anggie Ariesta
Bank Indonesia (BI). (Foto: ilustrasi/Okezone) 

Selain itu, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 3,56 miliar dolar AS pada April 2024, mengalami kontraksi sebesar 9,60 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan turun 22,26 persen (m.t.m) dari surplus Maret 2024 sebesar 4,58 miliar dolar AS.

Pada bulan April 2024, ekspor Indonesia kembali pulih dengan pertumbuhan positif sebesar 1,72 persen (yoy) menjadi 19,62 miliar dolar AS, yang merupakan kenaikan tahunan pertama sejak Juni 2023.

Dari sisi eksternal, indikasi meredanya tekanan perekonomian di AS, turunnya tensi geopolitik, dan bauran kebijakan BI mendorong masuknya arus modal dan memicu stabilnya nilai tukar Rupiah.

Sesuai perkiraan, the Fed menahan suku bunganya di pertemuan FOMC pada 30 April – 1 Mei 2024 di 5,25 persen - 5,75 persen, menandakan untuk keenam kalinya the Fed menahan suku bunga.

Didorong oleh indikasi meredanya tekanan perekonomian AS seiring rilis data di awal Mei lalu dan meredanya tensi geopolitik, arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Deposit Facility Rate Naik Jadi 5 Persen

2 hari lalu

BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya

2 hari lalu

Pengumuman Suku Bunga BI bakal Lebih Cepat Hari Ini, Ada Apa?

16 hari lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,3 Miliar Dolar AS di September 2026, Ini Faktor Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal