China Berhasil Uji Coba Kereta Maglev Berkecepatan 1.000 Km per Jam

Antara
Kereta Super Maglev keluar dari Pudong International Airport, Shanghai, China. (Foto: Wikimedia)

Perlu diketahui bahwa tekanan atmosfir bumi standarnya 101,32 kilopaskal.

Penemuan tersebut kedengarannya sangat dahsyat. Namun masih banyak persoalan teknis yang dihadapi, seperti faktor keselamatan dan biaya sebagaimana dikemukakan Sun Zhang, seorang profesor dan pakar perkeretaapian dari Shanghai Tongji University.

"Kereta api itu harus bisa berhenti kapan saja diperlukan. Hal itu bisa dilakukan di ruang terbuka dengan memanfaatkan resistensi udara. Namun akan menjadi persoalan karena tabung hampa (di teknologi tersebut) tidak ada resisteni udaranya," katanya sebagaimana dikutip Global Times.

"Bagaimana jika tabung aus dan udara masuk ke sistem teknologi itu? Bukankah ini akan menjadi persoalan lain?" ujar Sun mengingatkan.

Dalam teknologi perkeretaapian, China terus berupaya keras bisa menyaingi Jepang. Pada 2015, Jepang telah berhasil menjalankan kereta maglev dengan kecepatan maksimum 603 kilometer per jam, seperti laporan The Guardian, surat kabar harian asal London, Inggris.


Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
3 tahun lalu

Pemulihan Ekonomi China Melambat dampak Aktivitas Pabrik Lanjutkan Kontraksi

Makro
3 tahun lalu

Ekonomi China Tumbuh 4,5 Persen Didorong Peningkatan Konsumsi Rumah Tangga

Keuangan
3 tahun lalu

Aksi Demo Anti-Lockdown China Tekan Bursa Global

Bisnis
4 tahun lalu

5 Penyebab Ekonomi China Bermasalah, Nomor 1 karena Zero Covid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal