Defisit Terus Membengkak, Begini Pembelaan Dirut BPJS Kesehatan

Isna Rifka Sri Rahayu
BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta agar iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinaikkan. Ini perlu dilakukan agar defisit tak membengkak setiap tahun.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, penyebab utama defisit karena akses masyarakat terhadap layanan JKN, terutama yang miskin makin membaik. Ini telihat dari banyaknya jumlah masyarakat yang terdaftar di fasilitas kesehatan (faskes) BPJS Kesehatan.

"Saat kami baru jalan, (akses) masyarakat miskin atau tidak mampu masih kecil, sekarang sudah mendekati rate rata-rata," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kedua, ujar Fahmi, BPJS Kesehatan melihat adanya peningkatan yang signifikan pada klaim untuk penyakit katastropik. Penyakit jenis ini ditangani dengan keahlian khusus, menggunakan alat kesehatan canggih, dan memerlukan pelayanan kesehatan seumur hidup.

Menurut dia, klaim penyakit katastropik ini memakan banyak biaya, bahkan jauh melebihi jumlah iuran yang dibayar oleh peserta. Jika tren ini terus meningkat tanpa adanya kenaikan iuran, maka defisit BPJS Kesehatan makin lebar.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Kemenkes Sarankan Datangi Faskes Terdekat

Nasional
2 hari lalu

Update! Wamenkes Pastikan Status BPJS Pasien Cuci Darah yang Viral Sudah Aktif Lagi

Nasional
2 hari lalu

Pemerintah Jamin Biaya Pasien Cuci Darah BPJS Nonaktif? Ini Kata Wamenkes!

Nasional
2 hari lalu

Wamenkes Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Cuci Darah Status PBI BPJS Nonaktif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal