Di Tengah Ketidakpastian Global, Kemenkeu Jaga Ekonomi RI Tetap Stabil

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Ketidakpastian ekonomi global akibat normalisasi kebijakan Amerika Serikat (AS) memberikan gejolak pada perekonomian Indonesia. Bahkan, gejolak ini masih akan dihadapi hingga tahun berikutnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, di tengah kondisi global yang seperti itu Indonesia dihadapi pilihan untuk menumbuhkan atau menstabilkan ekonomi. Namun, dia memilih kestabilan ekonomi karena jika tidak stabil maka pertumbuhan tidak akan tercapai.

"Kita di tengah gejolak arus sungai yang cukup deras ini kita berusaha agar perahu kita RI berusaha meniti agar perahu kita terus berjalan tetap stabil," ujarnya di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Ia melanjutkan, saat ini kondisi perekonomian global sangat volatile karena mengikuti sentimen dari AS. Pasalnya, sejak suku bunga AS trennya meningkat, aliran modal yang selama ini berlabuh di negara-negara berkembang kini mulai kembali ke AS.

"Karena AS membaik, duit kembali semua ke AS, duit yang masuk ke dunia emerging market (negara berkembang) menurun atau menipis sementara kebutuhan kita untuk beli barang dari luar negeri meningkat," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
10 hari lalu

Pemerintah Targetkan Investasi RI Rp2.322 Triliun di 2027, Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

12 hari lalu

Prabowo Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen pada 2027

12 hari lalu

Prabowo Singgung Posisi Indonesia di G20: Tidak Pantas, Masih Ada Rakyat yang Lapar

15 hari lalu

Sektor Luar Negeri Diabaikan, Jangan Harap Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal