Diminta Tunda Pajak E-Commerce, Menkeu: Kapan Gemuknya? Lama Banget

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: AFP)

"Kita tidak tahu modelnya seperti apa, supply chain-nya seperti apa, value added-nya dimana, maka pajaknya harus di-collect sebelah mana," kata dia.

Pemerintah sebelumnya berencana memungut pajak untuk perdagangan e-commerce dengan menerapkan tarif PPh Final sebesar 0,5 persen bagi pelaku usaha yang memiliki peredaran usaha kotor sampai dengan Rp4,8 miliar setahun. Namun, kebijakan ini masih jalan di tempat.

Menkeu mengatakan, pemerintah juga sering dikeluhkan pelaku bisnis lainnya karena diperlakukan tidak adil. Banyak, pelaku bisnis yang terancam bangkrut karena kehadiran e-commerce.

"Saya ketemu sama dua-duanya, yang satu bilang tolong kami dilindungi dan yang satu tolong kami dikasih space untuk expand," tuturnya.

Situasi ini, kata Menkeu, menciptakan dilema bagi Kemenkeu. Dia menyebut hal ini menjadi tantangan untuk menjaga bagaimana supaya seluruh pelaku usaha di Indonesia bisa tumbuh beriringan.

"Jadi kami di Kemenkeu, untuk bisa memahami mereka, saya tidak mungkin mengandalkan birokrat saja yang cuma mikirin akuntansi," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
19 hari lalu

Purbaya Sadewa Sebut Bisa Tidur Nyenyak Usai Lepas Jabatan Menkeu

20 hari lalu

Suahasil Ungkap Arahan Khusus dari Prabowo usai Dilantik Jadi Menkeu

20 hari lalu

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya

25 hari lalu

Utang Whoosh Dicicil hingga 80 Tahun, Purbaya: Kita Sudah Mati, Santai Saja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal