Dolar AS Ditutup Menguat, Pasar Cermati Risalah Rapat The Fed

Jeanny Aipassa
Dolar AS ditutup menguat 0,09 persen ke level 106,55 pada perdagangan Rabu (17/8/2022) waktu setempat atau Kamis (18/8/2022) WIB. (Foto: Antara)

Dewan The Fed berekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya akan bergantung pada inflasi harga konsumen dan data pekerjaan pada Agustus 2022, yang akan dirilis sebelum pertemuan The Ped pada September 2022.

Risalah rapat The Fed tersebut, membuat sekitar 40 persen pelaku pasar berekspetasi kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada September 2022. Angka tersebut turun dari 52 persen pada pembukaan sesi perdagangan Rabu (17/8/2022) pagi. 

Sebaliknya, sebanyak 60 persen pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September 2022. Kondisi keuangan yang lebih longgar karena imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun bertahan di bawah 3,0 persen serta pasar kredit dan saham membaik juga meningkatkan spekulasi bahwa Fed masih perlu agresif dalam menaikkan suku bunga untuk meredam dampak inflasi.

Selain itu, data penjualan ritel pada Rabu (17/8/2022) tampak kuat, membantu mengurangi kekhawatiran pelaku pasar tentang perlambatan ekonomi AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Makro
6 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Keuangan
6 hari lalu

481 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melesat ke 7.106 Jelang Libur Panjang

Nasional
6 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Keuangan
7 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal