JAKARTA, iNews.id – Tak bisa dimungkiri seiring berkembangnya ekonomi digital, industri perdagangan online (e-commerce) makin marak. Investasi di sektor digital lewat marketplacet pun berkembang pesat. Sayangnya, dengan pesatnya perkembangan tersebut, barang yang dijual melalui marketplace mayoritas adalah barang impor.
CEO Blibli Kusomo Martanto mengatakan, banyak pemain lokal yang ingin menjual produknya di berbagai marketplace. Bahkan, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencoba bersaing dengan produsen besar dan luar negeri. Namun, UMKM kerap tak bertahan karena terganjal modal sehingga tidak bisa membeli bahan baku dalam jumlah besar.
Hal itu terjadi karena UMKM kebanyakan adalah industri rumahan yang hanya memiliki dana dan sarana yang terbatas."Pada saat penjualan yang sudah menanjak cepat, mereka mulai bingung pemodalan. Karena mereka butuh permodalan untuk membeli bahan baku," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta (2/2/2018).
Selain itu, UMKM sulit menjaga konsistensi dari sisi kualitas dengan sarana dan tenaga yang terbatas. Ketika permintaan produk masih sedikit, kemungkinan masih bisa dipenuhi. Namun, ketika jumlah permintaan menjadi besar, UMKM keropatan.
"Kalau dapat order 100 per hari masih mungkin. Begitu naik jadi 1.000 per hari jadi kelabakan. Mau mencari orang untuk membantu takutnya tidak kuat bayar," kata dia.