"Kalau dianggurkan akan menjadi barang tidak berharga, bahkan pegawainya tidak ada. Kertas Kraft Aceh juga sama. Ini akan diputuskan apakah disehatkan, diperbaiki. Tapi mohon kerendahan hati kalau harus dilikuidasi," katanya.
Kemudian untuk prioritas kedua, Erick Thohir meminta BUMN melakukan restrukturisasi model bisnis melalui pembangunan ekosistem, kerja sama, pertimbangan kebutuhan stakeholder, dan fokus pada bisnis utama.
"Kita sangat mengharapkan para pengendali harus punya fokus bisnisnya. Kita bisa expert bersaing secara sehat dan mungkin juga market share-nya dominan, namun bukan berarti BUMN punya dominasi pasar. Hasil BUMN diberikan ke negara," ujarnya.
Lalu untuk prioritas ketiga, Erick meminta BUMN menjadi pemimpin secara global dalam teknologi strategis dan melembagakan kapabilitas digital seperti data management, advanced analytics, big data, artificial inteligence dan lainnya. "Pengembangan teknologi ini sesuatu yang menggelitik dan baru. Teknologi harus menjadi bagian dari pengembangan bisnis. Kemarin, saya menyinggung Telkom, saya memacu untuk berinovasi, ini bisa menjadi percepatan berubah bisnis model dari old menjadi new," katanya.
Selanjutnya, untuk prioritas keempat, yakni peningkatan investasi, Erick meminta BUMN untuk mengoptimalkan nilai aset dan menciptakan ekosistem investasi yang sehat. "Proyek-proyek dilakukan melalui proses bisnis yang benar. Tidak di situ saja, kita add value bagaimana membuka lapangan kerja," ujarnya.
Dan prioritas kelima, Erick meminta BUMN mengedukasi dan melatih tenaga kerja, mengembangkan SDM berkualitas, profesionalisasi tata kelola, dan sistem seleksi SDM. "Bagaimana anak-anak muda bisa link and match, ini tidak mudah tapi kita berusaha. Suka tidak suka di Kementerian BUMN sendiri ada job-job yang hilang," kata Erick.