Erick Thohir Beberkan Alasan Indonesia Tak Gunakan Vaksin Pfizer dan Moderna

Giri Hartomo
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Antara)

"Karena kalau kita harus membongkar sistem distribusi kita, misalnya dijadikan minus 20, ini nanti akan menghambat distribusi kita yang sudah kita lakukan. Kalau persiapan ini tiga tahun lagi beda," kata Erick.

Hal itulah yang menjadi dasar pemerintah memilih vaksin buatan Sinovac, Cansino, Sinopharm ataupun Astrazeneca. Sementara itu, untuk vaksin buatan Pfizer maupun Moderna belum karena kebutuhan kapasitas produksi.

"Kenapa Pfizer dan Moderna belum bisa? Karena memang cold chainnya minus 75, yang satu minus 20. Untuk negara seperti Amerika pun, mereka akan ada transisi. Jadi ini, jangan nanti terpikir, bahwa pemerintah beli merk ini ini berbisnis. Tidak," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Bisnis
7 hari lalu

Pemerintah Pastikan Evaluasi Operasional DSI 3 Bulan Pertama sejak Beroperasi

Nasional
8 hari lalu

Resmi, Ekspor Batu Bara hingga CPO Wajib Lapor DSI Mulai Besok

Bisnis
13 hari lalu

Laba Bank Mandiri Tumbuh 18,9% jadi Rp18,1 Triliun per April 2026

Nasional
14 hari lalu

Danantara Sumber Daya Indonesia Resmi Jadi BUMN, Siap Kelola Ekspor SDA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal