Erick Thohir Pangkas Jumlah BUMN, Perusahaan Merugi Berpotensi Dilikuidasi

Aditya Pratama
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dipastikan akan mengurangi jumlah perusahaan pelat merah. Saat ini jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, saat ini Kementerian BUMN tengah mengklasifikasi perusahaan-perusahaan mana saja yang masih melakukan tugas dan fungsi yang sesuai. 

Di BUMN sendiri ada perusahaan yang berfungsi untuk komersial, public service obligation (PSO), komersial sekaligus PSO seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), dan tidak keduanya. 

"Kalau ini akan dipertimbangkan apakah akan digabungkan sama yang lain atau dilikuidasi. Lihat saja semua dari prospek bisnisnya, apakah masih punya prospek dari kerugian-kerugian yang terjadi, itu akan dilihat, kalau enggak punya prospek bisnis lagi ngapain diteruskan," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Mengenai karyawan dari perusahaan yang terkena penggabungan atau likuidasi, Arya menyebut hal itu sudah dipikirkan Kementerian BUMN. Nantinya, karyawan dari perusahaan yang terdampak dimasukkan ke perusahaan lain.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Soccer
4 jam lalu

Erick Thohir Kirim Pesan Tegas jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Nasional
8 jam lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 30 Maret 2026, Lengkap Pertalite hingga Pertamax

Nasional
1 hari lalu

Daftar Harga BBM Pertamina di Akhir Pekan 29 Maret 2026, Ada yang Naik?

Nasional
2 hari lalu

Kemlu RI: Iran Beri Sinyal Izinkan Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal