Garap Hilirisasi Tambang, Bos Inalum Minta Insentif dari Pemerintah

Isna Rifka Sri Rahayu
PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) ditugaskan pemerintah untuk membangun pabrik hilirisasi hasil tambang. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) ditugaskan pemerintah untuk membangun pabrik hilirisasi hasil tambang. Hal ini agar perusahaan tambang dalam negeri tidak mengekspor bahan tambang mentah.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya meminta beberapa insentif fiskal untuk melancarkan proyek hilirisasi ini. Misalnya insentif untuk penjualan batu bara domestik untuk produksi listrik.

Meskipun harus diakui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM telah diminta oleh Kementerian Keuangan untuk mendapatkan pajak sebesar-besarnya dari penjualan hasil tambang, terutama untuk ekspor dalam bentuk mentah.

"Pak Bambang Gatot (Direktur Jenderal Minerba) pasti dikasih target sama Bu Menteri Keuangan supaya royalti sebesar besarnya. Tapi sebenarnya kalau kami akan investasi besar sekali industri hilir, kami ingin batu bara dijual di dalam negeri khusus untuk industri hilir mendapatkan insentif fiskal, karena toh pemerintah bisa dapat pajak yang jauh lebih besar objeknya di produk hilir," ujarnya di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Selain itu, dia juga meminta pemerintah menyediakan energi yang murah. Pasalnya, kebutuhan energi di proyek hilirisasi sangat tinggi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
5 bulan lalu

Inalum Kantongi Rp8,03 Triliun dari Danantara untuk Garap Proyek Smelter Mempawah  

Bisnis
7 bulan lalu

Inalum Tunda Rencana IPO, Tunggu Restu Danantara

Bisnis
1 tahun lalu

Investasi Hilirisasi Sentuh Rp407,8 Triliun di 2024, Didominasi Smelter Mineral

Bisnis
1 tahun lalu

Wamen BUMN Buka-bukaan soal Peluang MIND ID dan Inalum Melantai di Bursa, Ini Katanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal