Harga Energi Turun, Inflasi Eropa Melandai Jadi 9,2 Persen

Aditya Pratama
Inflasi di kawasan Eropa turun pada Desember 2022 atau bulan kedua secara berturut-turut menjadi 9,2 persen. (Foto: Reuters)

Meski begitu, para analis menyebut masih terlalu dini untuk merayakan penurunan inflasi. Pasalnya, diperkirakan ECB akan terus meningkatkan suku bunga pada tahun ini.

"Suku bunga akan mencapai 3 persen, dan mungkin harus bertahan sepanjang tahun, bahkan ketika resesi menjadi semakin nyata," ujar Hetal Mehta dari Legal & General Investment dikutip, Minggu (8/1/2023).

Sebelumnya, Anggota Dewan Pemerintahan ECB dan Gubernur Bank Prancis, Francois Villeroy de Galhau mengatakan, suku bunga mungkin akan mencapai puncaknya pada musim panas ini.

ECB juga mengatakan pada bulan Desember bahwa mereka akan mulai mengurangi neracanya pada bulan Maret dengan laju 15 miliar euro per bulan hingga akhir kuartal kedua. Langkah ini juga diharapkan dapat mengatasi beberapa tekanan inflasi kawasan Eropa.

Pada saat itu, bank sentral memperkirakan tingkat inflasi rata-rata 8,4 persen untuk tahun 2022, 6,3 persen untuk tahun 2023, dan 3,4 persen untuk tahun 2024. Mandat ECB adalah menuju angka inflasi utama sebesar 2 persen.

Awal pekan ini, data dari Jerman menunjukkan penurunan inflasi dari 10 persen pada November menjadi 8,6 persen pada Desember.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Rate Naik jadi 5,75%, Airlangga Minta Himbara Tahan Bunga Kredit

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal